Covid-19 memukul telak hampir seluruh sektor, bukan hanya kesehatan saja. Sejak diumumkannya kasus pertama di Indonesia dan setelahnya diberlakukan status pandemi global, sebagian besar perusahaan menetapkan kebijakan work from home (bekerja dari rumah). Tak hanya bidang ketenagakerjaan, pendidikan pun mengadopsi pola belajar dari rumah. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei lalu. Kegiatan belajar mengajar daring sepertinya masih akan terus diselenggarakan hingga tahun 2021.

Perubahan metode belajar-mengajar dan juga aktivitas sehari-hari akibat Covid-19 memang membuat kita ‘lelah’. Kenapa? Sebelum ini, kita masih punya kesempatan untuk bertatap muka dengan dosen dan teman-teman. Bertukar informasi dan pikiran, atau mungkin membicarakan hal yang receh. Tapi lihatlah sekarang. Sebagian besar waktu kita habiskan di rumah. Rumah yang tadinya tempat pulang dan beristirahat kini juga menjadi ‘kampus sementara’. Namun, tak ada gunanya mengeluh, kan? Sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran, kita harus mampu menjadi pribadi yang agile dan adaptif – merangkul perubahan dan menjalaninya.

Salah satu lembaga pendidikan yang tidak menutup mata karena Covid-19 dan malahan memiliki concern tinggi terhadap kemajuan dan perkembangan anak Indonesia adalah PPM School of Management. Sekolah manajemen tinggi pertama dan tertua di Indonesia ini tidak mengurangi kuota beasiswa, tapi justru menambahnya. Keren, kan? Penambahan kuota ini bertujuan untuk menyebarkan ilmu manajemen bisnis kepada generasi muda Indonesia.

Kabar terbarunya lagi, pihak PPM School of Management memberikan keringanan biaya pengembangan bagi mahasiswa S1 yang masuk di bulan September 2020. Bagi sekolah tinggi ini, kondisi sulit tidak seharusnya menjadi batu sandungan bagi siapa pun yang ingin melanjutkan pendidikan.

Dengan menerapkan Filosofi Jalan Daun dalam setiap pergerakannya, PPM School of Management ingin bertumbuh bersama calon bibit dan menemani mereka hingga menjadi rindang yang bisa menaungi diri sendiri dan sesama.

Tahun 2020 memang menjadi tahun terberat bagi banyak orang. Pola aktivitas berubah secara masif. PPM School of Management pun masih memberlakukan kebijakan bekerja dan belajar dari rumah. Tapi di sisi lain, kita diajarkan untuk mengenal dan menghargai keberadaan setiap individu, baik teman-teman maupun dosen. Virtual meetup, misalnya kuliah online, makan siang online, noraebang buat yang suka K-pop, dan lain-lain, menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Jadi kangen, kan, saat-saat mengerjakan tugas bersama di perpustakaan, atau di kafe, atau mungkin di rumah teman sampai malam ketika belum ada pandemi?

Kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Tapi sampai tiba saatnya, tetaplah jadi manusia yang berguna dan berdampak bagi sesama. Seperti Filosofi Jalan Daun yang menjadi landasan PPM School of Management, karena hidup tidak sekadar hadir.